Oleh: agroihutan | Oktober 10, 2008

KOPI CHERRY DIPASARKAN KE NEW ZEALAND

Kopi Cherry Asal Simalungun Dipasarkan ke New Zeland

Posted in Marsipature Hutanabe by Redaksi on Oktober 9th, 2008

Simalungun (SIB)
Dirut PD Agromadear Ir IGK Sastrawan MBA, Senin ( 7/ 10 ) menyebutkan beberapa komoditi produksi pertanian asal Kabupaten Simalungun mempunyai peluang ekspor di antaranya kopi cherry telah dipasarkan ke New Zeland.
Ekspor kopi cherry dalam bentuk bubuk menggunakan label PD Agromadear ke New Zeland diakui masih relatif kecil namun ia yakin dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan akan terjadi peningkatan volume ekspor.
Pembatasan pengiriman barang terjadi karena konsumen menentukan standar permintaan meliputi kualitas, kuantitas dan kontiniutas.
Untuk memenuhi standar kualitas, petugas PD Agromadear bekerja ekstra keras mensosialisasikan proses pembuatan bubuk kopi cherry.
Petani perlu memahami cara memanen, buah yang dipetik harus benar – benar matang berwarna merah. Dan, mulai masa panen sampai dengan produksi tidak lebih dari 15 hari. Alasannya, penumpukan biji kopi melampaui batas 15 hari dapat mengurangi cita rasa bubuk kopi.
Selama perawatan tanaman, petani diharapkan tidak menggunakan bahan pestisida maupun insektisida berlebihan sehingga meninggalkan residu pada biji kopi.
Sedangkan pengiriman jenis komoditi jahe, kentang dan tomat hanya tinggal menunggu kesiapan barang. “ Malaysia dan Singapura telah menyampaikan permintaan. Namun, untuk mempersiapkan berbagai jenis komoditi yang memenuhi standar pasar, bebas residu kimia butuh waktu,” katanya.
Sistim pengepakan juga sangat menentukan, misalnya, pengiriman kentang yang diminta hendaknya rata – rata 10 kg/ paket.
DUKUNGAN LINTAS SEKTORAL
Menurut Sastrawan, upaya pembangunan ekonomi rakyat melalui usaha agribisnis butuh dukungan lintas sektoral di dalamnya termasuk dukungan politis dari dewan dan penyediaan bantuan modal kerja oleh pemerintah.
Para pelaku dagang agribisnis yang tergabung di dalam IMTG (Indonesia , Malaysia , Thailand Growth) sedang melirik potensi alam Indonesia khususnya Sumut yang menghasilkan berbagai jenis komoditi pertanian.
Walaupun bukan tujuan utama tetapi peluang pasar ekspor itu harus dimanfaatkan dan harus dimulai sejak dini. Namun, untuk mensukseskan usaha dagang dengan pihak luar negeri diperlukan dukungan dari berbagai pihak di dalamnya dari DPRD memberikan dukungan politis. (S4/g)


Responses

  1. Sumatra Utara punya potensi besar untuk pengembangan agrobisnis, termasuk kabupaten Tapanuli Utara. Mudah2an pengusaha2 Taput tidak kalah dong dengan Simalungun…

  2. Semoga prosedur export di permudah ,agar para petani bisa mengexport ke luar negeri


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: